| Penerbit | : Penerbit Santara |
| Jenis Sampul | : Soft Cover |
Salah satu penyakit kanker yang umum diderita oleh wanita yaitu kanker ovarium. Kanker ovarium merupakan kanker ginekologi yang menempati peringkat ketiga setelah kanker payudara dan serviks yang menyebabkan kematian di dunia. GLOBOCAN memprediksi bahwa pada tahun 2040, insiden kanker ovarium akan meningkat sebesar 36,6% dengan angka kejadian mencapai 428.966 kasus dan peningkatan jumlah kematian mendekati 305.848 kasus.
Angka ketahanan hidup penderita kanker ovarium 5 tahun secara keseluruhan adalah dibawah 45%. Hal ini terjadi karena kurangnya pilihan skrining yang efektif untuk mendeteksi kanker ovarium pada tahap awal serta kurangnya tanda atau gejala spesifik sehingga terjadi keterlambatan diagnosa. Sebagian besar penderita datang pada stadium III/IV, dan lebih dari 75% pasien datang dengan kanker ovarium stadium akhir.
Strategi terapi baru harus terus dikembangkan untuk meningkatkan hasil klinis pengobatan kanker ovarium melalui pengujian in vitro maupun uji preklinik secara in vivo. Cell line (sel-sel kanker) telah lama dianggap penting dan berguna sebagai model in vitro untuk menyelidiki sifat molekuler dan proses patologis yang mendasari perkembangan tumor ovarium, tuba, dan peritoneum, serta perkembangannya menjadi penyakit lanjut, dan bahkan juga digunakan untuk mencari penanda tumor diagnostik atau prognostik serta target terapeutik. Pada uji in vivo, model-model hewan coba dikembangkan secara akurat agar dapat mewakili perubahan seluler dan molekuler yang terkait dengan inisiasi dan perkembangan kanker ovarium manusia. Model hewan coba diharapkan dapat menggambarkan sifat biologis kanker ovarium manusia.